Sabtu, 08 September 2012

Jijik

Seperti harus mencicipi semangka yang dilumuri oli dengan lidah telanjang.
Menyaksikan siaran langsung orang yang sedang buang hajat.
Masuk kedalam kubangan lumpur yang penuh kotoran ternak dan mengolesinya ke seluruh tubuh.
Seperti... mencium aroma busuk dari harmonisasi hasil ekskresi manusia dan hewan. 
Neraka? Bukan.

Senin, 26 Maret 2012

Perih dan Panjang

Panjang.
Terlalu panjang.
Kandang reyot disebelah janin beku itu...
Sulit.
Hhh, tak perlu kau bayangkan.
Bayangkan saja, nyalimu menciut diantara gesekan dua roda yang saling meng-aus-i
Jujur, aku masih malu.
Aku tidak marah.
Tak juga kecewa.
Hahahaha, aku memang begini.
Pandang jauh saja wajah wajah yang saling khusyuk menggali air wajah mereka satu sama lain.
Menakjubkan. Mataku tidak perih.
Sama saja seperti mereka.
Bedanya, gumpalan daging yang ada dibawah dadaku terasa perih.
Sedangkan, gumpalan yang ada pada mereka, berdenyut-denyut, seperti bayi yang baru lahir.
Rasanya asam.
Tapi terkadang.... terlalu manis. Sampai-sampai, aku takut pada papilaku sendiri.
Aku takut salah mengecap.
Terlanjur.
Basah.
Sangat basah.
Dibawah sini. Disana.
Terlalu panjang. 

Minggu, 19 Februari 2012

Kangen

Ma, aku kangen.
Tadi, waktu aku kesasar naik angkot ke Tegalega, ada ibu-ibu sama anaknya naik, dia duduk depan deket supir. Potongan rambutnya, postur tubuhnya, persis banget kaya Mama.
Jadi inget dulu waktu kecil. Terus tiba-tiba kangen banget sama Mama.
Saking kangennya sampe nangis di angkot.
Mau telfon, tapi kan minggu depan aku pulang.
Tapi..........
Pokoknya aku kangen. Kangen.