Minggu, 14 November 2010

Nyawa yang Hilang - Bagian 2


Pikiran Arca kembali merangkak ke masa lalunya.
Hari ini tepat setahun Arimbi menghilang.
Arimbi menghilang tanpa jejak.
Lagu favoritnya ia biarkan menari-nari masuk ke telinganya, I Don’t Wanna Miss A Thing.
“Hmmmmhhh…”. Arca menghela napas panjang.
Dia begitu menancap dalam pikiran Arca.
Arimbi.
Gadis itu, mungkin terlihat biasa di mata orang lain.
Wajahnya pun tak secantik ratu sejagad, atau Zulaikha dalam kisah kenabian Islam itu. Atau istri Fir’aun, Asiyah.
Kulitnya pun tak seputih gadis-gadis bar, teman-teman kampus atau model-model iklan yang sering menawarkan diri untuk kencan dengan Arca.
Hidungnya tak sesempurna gadis-gadis berwajah plastik, yang sering bolak-balik ke dokter bedah plastik.
Tubuhnya pun tak seideal gadis-gadis silikon, yang rela menghabiskan uang puluhan juta rupiah untuk menyuntikkan silikon ke tubuh mereka.
Di mata Arca, Arimbi berbeda,orang boleh bilang dia tidak cantik.
Tapi Arimbi tidak munafik, bersih dan tidak busuk.
Banyak gadis cantik disekeliling Arca, wajahnya sempurna tak ada cacat, kulitnya putih mulus, tubuhnya ideal.
Sayangnya, semua itu palsu, hanya polesan bahan kimia.
Lipstik, foundation, bedak, maskara, pemutih wajah, silikon, bottox, dan semua bahan kimia.
Berkencan dengan mereka ibarat berkencan dengan bahan kimia, mencumbu mereka ibarat mencumbu cairan octyl methoxy cinnamate.
Menjijikkan. Wanita palsu.
Apalagi dengan sifat mereka sebenernya, sudah wajah palsu, sifatnya palsu pula. Munafik.
Tukang belanja, cerewet, gila perhiasan, tak punya identitas dengan mengikuti mode, suka gosip.
Tapi Arimbi berbeda.
Arimbi memiliki kecantikan yang terpancar dari matanya, dari kelembutannya saat berbicara, dia sederhana, penyayang, sopan dan santun…
“Aaahhhh!!!”. Arya berteriak dan bangkit dari posisi rebahnya.
Ia duduk, menekuk lutut.
Setetes air mulai membasahi pipinya. Diikuti tetes-tetes berikutnya.
Mengalir tanpa bisa  ia cegah.
Arca tak mengerti.
Ia ingin menampar dirinya sendiri.
Ia ingin berteriak dan memaki dirinya sendiri.
“Mengapa aku bisa mencintai seorang Muslim?! Aaaaaargh! Dan mengapa engkau adalah seorang Muslim?!” ia berteriak.
Kemudian ia benamkan wajahnya di kedua lututnya. Menangis lagi.
Arca sungguh tak mengerti.
Mengapa ia begitu melankolis semenjak kepergian Arimbi.
***
“Sudahlah Mi. Buat apa dipikirkan lagi. Aku akan baik-baik saja. Aku janji tidak akan pernah meninggalkan hafalanku. Terus berdzikir dan senantiasa menjaga hijabku.” Shafa menggenggam tangan Umminya mencoba meyakini.
“Bukan itu nak, bukan itu…” Umminya terhenti. Ekspresinya begitu datar. Menghela napas, kemudian beranjak dari duduknya, berjalan masuk ke kamar.
“Pasti karena peristiwa itu.” ucap Shafa dalam hati.
Shafa diam, membuka laptopnya, kemudian kembali membuka lembar CV yang harus ia lengakapi dan kirimkan sebelum jam 23.23.
Shafa tak main-main, ia benar-benar sudah mengazzamkan dirinya untuk melamar kerja di TechnoMillenia Corporation. Ia serius.
Bersambung ke Bagian 3

Sabtu, 13 November 2010

Nyawa yang Hilang - Bagian 1



21 Desember 2113
Arca membuka laptopnya.
Memeriksa email. Kosong.
Tidak ada pesan baru.
Ia membuka tab yang lain AlienChat, sebuah aplikasi baru terobosan TechnoMillenia Corporation, aplikasi yang disinyalir memiliki kemampuan untuk melakukan chat dengan makhluk luar angkasa.

***

Semenjak 2 tahun ini Bumi dilanda teror besar-besaran dari mahkluk Joonkie, makhluk penunggu planet Ruptern. Dengan mengirimkan serangan metorit dalam ukuran kecil, namun jumlahnya sangat banyak. Serangan mereka pun tak pernah terduga datangnya. Dan itu membuat seluruh penduduk Bumi gelisah.
GloboCop meminta Jepang untuk membuat teknologi yang mampu melindungi Bumi dari terjangan meteorit tersebut. Dan ternyata Jepang berhasil membuat shield  transparan yang mampu memperlambat kecepatan jatuh meteorit tersebut. Namun sayangnya, shield itu berhasil ditembus oleh makhluk Joonkie.
Pada tahun 2112, Jepang mengeluarkan shield transparan yang mampu memecah meteorit tersebut menjadi partikel-partikel debu kecil.
Namun, makhluk-makhluk Joonkie berhasil merusak sistem shield tersebut. Hingga pada tahun 2113,
Amerika Serikat mulai melancarkan serangan balik, namun pihak Rusia dan China tidak menyetujui hal ini. Mereka menganggap hal itu akan memperparah kondisi bumi yang sedang labil.
Akhirnya 3 negara itu memutuskan untuk berkomunikasi dengan makhluk Joonkie, dengan melampirkan syarat-syarat dan ketentuan yang masih dirahasiakan hingga kini.
Bagaimana kesepakatan itu terjadi pun masih merupakan rahasia.
Apakah ini sebuah bentuk konspirasi pun, tak ada yang mengerti.
Yang sekarang harus dimengerti adalah bagaimana aplikasi ini bekerja.

***

Arca terus merabai seluruh aplikasi, mengecek seluruh spesifikasi dan terus menjelajahi detail dari aplikasi ini.
Begitu rumit.
“Ah! Persetanlah dengan aplikasi ini!”
pikirannya memang sedang ruwet. Ia tutup aplikasi itu, mengklik tombol turn off, melepas kacamata transparannya, kemudian menghempaskan tubuhnya ke sofa empuk berwarna hijau muda.

***

Prof. Johansson Markus Arca, M.Sc. ,  adalah nama lengkapnya.
Dalam usia muda ia sudah mampu meraih gelar Professor dan Magisternya.
Ia meraih skripsi terbaik di 2 Universitas.
Ia pun masuk dalam peringkat 2 Pemuda paling Berpengaruh versi Majalah World Now.
Wajahnya kharismatik, tenang dan pembawaanya sangat dewasa.
Berkulit putih, tinggi, dan berbadan atletis.
Ia adalah keturunan Amerika-Indonesia.
Ayahnya berasal dari California, sedangkan ibunya berasal dari Yogyakarta.
Keluarganya adalah Yahudi.
Ia sendiri adalah seorang Atheis.
Dan ia begitu tergila-gila pada sains.
Menurutnya lebih baik membuktikan fakta-fakta ilmiah sains, daripada mencari bukti tentang Tuhan siapa yang benar.
Lebih logis dan rasional, dibanding Tuhan yang tak bisa dilihat dan seolah seperti imajinasi saja.
***
Pikiran Arca kembali merangkak ke masa lalunya.
Hari ini tepat setahun Arimbi menghilang.
Arimbi menghilang tanpa jejak.

Bersambung ke Bagian 2

Selasa, 09 November 2010

Selepas Membaca Sajak Rendra

Karya : Restu Ashari Putra


bulan telah pingsan
di atas kota
tapi tak seorang menatapnya!


kalau hari sudah malam
ke mana lagi kita berjalan
di luar hujan berhamburan
di kamar dosa bermekaran
dan tiap kuingat asmaMu
mampir di telingaku
kubuka jendela tubuhku lebar lebar
agar kalimat sajakku tak hanya jadi udara
tak cuma jadi kata kata
siapa menolongku siapa menolongku
jikalau tubuh tulang belulangku
patah hanya jadi tanah
jatuh hanya jadi bunga
tubuhku berbunga dosa
tubuhku berbunga dosa!
tidakkah tiap mengingatMu
tubuhku menjadi tanganMu
tubuhku menjadiMu?

Minggu, 07 November 2010

42 Hal Yang Tak Pernah Kau Ketahui Tentang Ayahmu

 
1. Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan daripada dirinya, menghadapi lebih sedikit kesulitan, lebih tidak tergantung pada siapapun - dan (tapi) selalu membutuhkan kehadirannya.

2. Ayah membiarkan kamu menang dalam permainan ketika kamu masih kecil, tapi dia tidak ingin kamu membiarkannya menang ketika kamu sudah besar.

3. Ayah tidak ada di album foto keluarga, karena dia yang selalu memotret.

4. Ayah selalu tepat janji! Dia akan memegang janjinya untuk membantu seorang teman, meskipun ajakanmu untuk pergi sebenarnya lebih menyenangkan.

5. Ayah selalu sedikit sedih ketika melihat anak-anaknya pergi bermain dengan teman-teman mereka.karena dia sadar itu adalah akhir masa kecil mereka.

6. Ayah mulai merencanakan hidupmu ketika tahu bahwa ibumu hamil (mengandungmu) , tapi begitu kamu lahir, ia mulai membuat revisi.

7. Ayah membantu membuat impianmu jadi kenyataan bahkan diapun bisa meyakinkanmu untuk melakukan hal-hal yang mustahil, seperti berenang di air setelah ia melepaskanya.

8. Ayah mungkin tidak tahu jawaban segala sesuatu, tapi ia membantu kamu mencarinya.

9. Ayah mungkin tampak galak di matamu, tetapi di mata teman-temanmu dia tampak baik dan menyayangi.

10. Ayah lambat mendapat teman, tapi dia bersahabat seumur hidup

11. Ayah benar-benar senang membantu seseorang...tapi ia sukar meminta bantuan.

12. Ayah di dapur. Membuat memasak seperti penjelajahan ilmiah. Dia punya rumus-rumus dan formula racikannya sendiri, dan hanya dia sendiri yang mengerti bagaimana menyelesaikan persamaan-persamaan rumit itu. Dan hasilnya?... .mmmmhhh..."tidak terlalu mengecewakan" ^_~

13. Ayah mungkin tidak pernah menyentuh sapu ketika masih muda, tapi ia bisa belajar dengan cepat.

14. Ayah paling tahu bagaimana mendorong ayunan cukup tinggi untuk membuatmu senang tapi tidak takut.

15. Ayah akan sangat senang membelikanmu makanan selepas ia pulang kerja, walaupun dia tak dapat sedikitpun bagian dari makanan itu

16. Ayah selalu berdoa agar kita menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, walaupun kita jarang bahkan jarang sekali mendoakannya

17. Ayah akan memberimu tempat duduk terbaik dengan mengangkatmu dibahunya, ketika pawai lewat.

18. Ayah tidak akan memanjakanmu ketika kamu sakit, tapi ia tidak akan tidur semalaman. Siapa tahu kamu membutuhkannya.

19. Ayah menganggap orang itu harus berdiri sendiri, jadi dia tidak mau memberitahumu apa yang harus kamu lakukan, tapi ia akan menyatakan rasa tidak setujunya.

20. Ayah percaya orang harus tepat waktu. karena itu dia selalu lebih awal menunggumu.

22. Ia akan melupakan apa yang ia inginkan, agar bisa memberikan apa yang kamu butuhkan.....

23. Ia menghentikan apa saja yang sedang dikerjakannya, kalau kamu ingin bicara...

24. Ia selalu berfikir dan bekerja keras untuk membayar spp mu tiap semester, meskipun kamu tidak pernah membantunya menghitung berapa banyak kerutan di dahinya....

25. Ayah mengangkat beban berat dari bahumu dengan merengkuhkan tangannya disekeliling beban itu....

26. Ayah akan berkata ,, tanyakan saja pada ibumu" Ketika ia ingin berkata “tidak”

27. Ayah tidak pernah marah, tetapi mukanya akan sangat merah padam ketika anak gadisnya menginap di rumah teman tanpa izin

28. Dan diapun hampir tidak pernah marah, kecuali ketika anak lelakinya kepergok menghisap rokok dikamar mandi.

29. Ayah mengatakan ,, tidak apa-apa mengambil sedikit resiko asal kamu sanggup kehilangan apa yang kamu harapkan"

30. Pujian terbaik bagi seorang ayah adalah ketika dia melihatmu melakukan sesuatu hal yang baik persis seperti caranya....

31. Ayah lebih bangga pada prestasimu, daripada prestasinya sendiri....

32. Ayah hanya akan menyalamimu ketika pertama kali kamu pergi merantau meningalkan rumah, karena kalau dia sampai memeluk mungkin ia tidak akan pernah bisa melepaskannya.

33. Ayah tidak suka meneteskan air mata .... ketika kamu lahir dan dia mendengar kamu menangis untuk pertama kalinya,dia sangat senang sampai-sampai keluar air dari matanya (ssst..tapi sekali lagi ini bukan menangis)

34. ketika kamu masih kecil, ia bisa memelukmu untuk mengusir rasa takutmu...ketika kau mimpi akan dibunuh monster...

35. tapi.....ternyata dia bisa menangis dan tidak bisa tidur sepanjang malam, ketika anak gadis kesayangannya di rantau tak memberi kabar selama hampir satu bulan.

36. Ayah pernah berkata :" kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkwalitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apalagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya. begitupun dengan cinta dan teman dalam hidupmu, jika kau ingin mendaptkan cinta sejatimu kelak, maka minta dan pesanlah pada Yang Menciptakannya"

37. Untuk masa depan anak lelakinya Ayah berpesan: ,, jadilah lebih kuat dan tegar daripadaku, pilihlah ibu untuk anak-anakmu kelak wanita yang lebih baik dari ibumu , berikan yang lebih baik untuk menantu dan
cucu-cucuku, daripada apa yang yang telah ku beri padamu"

38. Dan Untuk masa depan anak gadisnya ayah berpesan :" jangan cengeng meski kau seorang wanita, jadilah selalu bidadari kecilku dan bidadari terbaik untuk ayah anak-anakmu kelak! laki-laki yang lebih bisa
melindungimu melebihi perlindungan Ayah, tapi jangan pernah kau gantikan posisi Ayah di hatimu"

39. Ayah bersikeras, bahwa anak-anakmu kelak harus bersikap lebih baik daripada kamu dulu....

40. Ayah bisa membuatmu percaya diri... karena ia percaya
padamu...

41. Ayah tidak mencoba menjadi yang terbaik, tapi dia hanya mencoba melakukan yang terbaik....

42. Dan terpenting adalah... Ayah tidak pernah menghalangimu untuk mencintai Tuhan, bahkan dia akan membentangkan seribu jalan agar kau dapat menggapai cintaNya, karena diapun mencintaimu karena cintaNya.

Selasa, 02 November 2010

Rikuh


Aku hanya ingin memulai untuk bicara dan berdialog dengannya
Tapi aku punya beban yang amat berat di hati untuk memulainya
Aku terlalu pemalu
Kau tahu tidak, aku ingin ngobrol denganmu?
Ya Tuhan, bagaimana memulainya?
Ah, aku benci canggung begini!

In Memoriam

Untuk,

Seseorang yang mengenalkan aku dengan daya magis kata-kata.

Seseorang yang mengajarkanku akan semangat hidup dan keberanian.

Seseorang yang mengajarkan aku bahwa aku bisa menjadi luar biasa.

Seorang motivator hidup yang selalu hidup dalam lembaran perjalananku sebagai seorang anak manusia.

Seorang Pahlawan.

Namamu memang tak terpatri dalam buku Pahlawan Nasional.

Tapi, namamu tetap terpatri dihatiku.

Kau adalah,

Fauziah.

Ibu Fauziah, begitu aku biasa memanggilmu.

Aku teringat bagaimana ketika engkau memberiku penghargaan atas nilai ulanganku dalam mata pelajaranmu.

Aku teringat saat kau memintaku dengan sangat untuk mengikuti kejuaraan cerdas cermat Bahasa Indonesia.

Aku teringat, wajah beningmu, yang meneteskan air mata saat membaca cerpenku.

Aku takut, aku bingung.

Mengapa engkau menangis?

Tapi kini aku mengerti,

Aku mengerti.

Kisahku dalam cerpen itu…

Mengenai seorang guru yang terkena leukimia, dan harus berpisah dengan murid-muridnya menuju alam baka.

Dan kau pun dulu, saat menangis.. itu pasti karena kau sedang mengalaminya. Kau dulu pasti menangis karena kau sedang tervonis penyakit yang amat berat.

Dan kini…

Aku harus menerima, bahwa kau sudah tiada.

Bahwa aku tak bisa lagi berbicara denganmu,

Bahwa aku tak bisa melihat senyummu lagi.

Ibu,

Aku hanya ingin menyampaikan satu hal yang belum sempat terucapkan,

Aku mencintaimu

IMG_3271

In Memoriam : Hj. Fauziah

Jumat, 29 Oktober 2010

Dialog Mesra Dengan Maut


Aku ketakutan...
Takut..
Takut..
Aku takut..

Aku malu..
Malu pada dosaku..

Aku malu..
Aku malu..

Aku malu..
Aku takut..
Aku hanya bisa tunduk..

Kumohon..
Tolong..
Aku takut..
Aku takut..

Aku tak ingin pergi sendiri..
Aku ingin beramal dulu..
Aku ingin memperbaharui syahadatku dulu..
Aku ingin bersimpuh di kaki Ibuku..
Aku mau membahagiakan orangtua ku..
Aku mau pergi dengan amalku..

Jangan! Jangan cabut dulu!
Jangan! Jangan datang dulu..!
Kumohon, berpura-puralah untuk lupa mencabut nyawaku!
Pergilah dulu menjemput nyawa-nyawa yang lain!
Tolong! Tolong!
Aku takut!

TIDAK!
TIDAK!
TOLONG! IZRAIL!
KUMOHON...
PERGILAH DULU SEJENAK..
PERGI!
Kembali nanti..
Kembali ketika aku sudah menuntaskan amalku!
Kumohon! Kumohon!

Ya Tuhan!
Kumohon..
Suruhlah Izrail untuk pergi dulu sampai aku siap!
Tolong!
Tolong!

“Allah sudah memberimu waktu di dunia untuk menuntaskan amalmu, namun, mengapa kau sia-siakan itu?”

Sudah!
Aku sudah berusaha!

“Apa kau yakin, kau sudah berusaha, bila nyatanya kau sekarang ketakutan dengan perjalanan menuju kehidupanmu yang sesungguhnya?”

Tidak...
Kurasa tidak..
Aku lupa..
Aku melupakannya..
Aku terlena..
Aku diambang paling atas akan kecintaanku pada dunia..
Lupa, lupa aku pada fananya dunia
Lupa.... lupa....

“Hai Manusia, aku tidak punya hak apa-apa untuk menangguhkan kematianmu ini... Aku hanya diberi kewajiban untuk menjemput ruhmu.. dirimu yang sesungguhnya..hanya itu.”

Tapi aku belum siap!
Aku belum siap!

“Sekali lagi aku hanya diperintah untuk menjemput ruhmu, akan kujemput ruhmu, hanya akan kujemput saja.”
Tapi kumohon!
Jemputlah aku dengan baik!
Jemput aku dengan mesra!
Jangan kau sakiti aku!
Jangan kau biarkan aku meraung ketika ruhku keluar dari jasadku..
Kumohon..!!

“Dari catatanku yang kudapat dari Raqib dan Atid... amal baik dan amal burukmu.. ... ...  “

Apa?! Bagaimana?!
Bagaimana??

AARRRGGGGGHHHHHHHHH!!!!
HAAAA... HAAAAAAAA..!!!!
ARGGGGHH AAA..GRRRHH..!

....
....
Hening.

“Maafkan aku manusia, aku tidak bisa memenuhi permintaanmu untuk kujemput dengan mesra, inilah caraku menjemputmu.. dan inilah cara paling termesra untuk menjemput manusia sepertimu. Dimana, amal burukmu lebih berat dibanding amal baikmu. Nikmatilah perjalananmu menuju kehidupan yang sesungguhnya. Ayo, lekas kita pergi. Neraka sudah merindukanmu.”


Sunyi.
Sepi.
Sendiri.

Hingga esok hari kutemukan aku di dalam tanah.
Mati.
Mati.
Tak berarti.
Lagi.

Rabu, 01 September 2010

Klise

Alah, aku tak bisa berbohong.
Mata naluriku terlalu tajam
manja untuk mati dan berdiri
Gadis manis cuma untuk buangan, sial.
percuma aku makan duri kalu begitu,
toh, lebih sakit seperti ini.
binatang jalang manapun tahu rasanya,
aku tertipu.

Senin, 23 Agustus 2010

Menggenang

"Engkau tahu apa itu cinta? Engkau menenggelamkan dirimu pada airmata" 
-  Helvy Tiana Rosa

Rabu, 30 Juni 2010

Aku Ingin


Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan 
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan 
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Sapardi Joko Damono - 1989