21 Desember 2113
Arca membuka laptopnya.
Memeriksa email. Kosong.
Tidak ada pesan baru.
Ia membuka tab yang lain AlienChat, sebuah aplikasi baru terobosan TechnoMillenia Corporation, aplikasi yang disinyalir memiliki kemampuan untuk melakukan chat dengan makhluk luar angkasa.
***
Semenjak 2 tahun ini Bumi dilanda teror besar-besaran dari mahkluk Joonkie, makhluk penunggu planet Ruptern. Dengan mengirimkan serangan metorit dalam ukuran kecil, namun jumlahnya sangat banyak. Serangan mereka pun tak pernah terduga datangnya. Dan itu membuat seluruh penduduk Bumi gelisah.
GloboCop meminta Jepang untuk membuat teknologi yang mampu melindungi Bumi dari terjangan meteorit tersebut. Dan ternyata Jepang berhasil membuat shield transparan yang mampu memperlambat kecepatan jatuh meteorit tersebut. Namun sayangnya, shield itu berhasil ditembus oleh makhluk Joonkie.
Pada tahun 2112, Jepang mengeluarkan shield transparan yang mampu memecah meteorit tersebut menjadi partikel-partikel debu kecil.
Namun, makhluk-makhluk Joonkie berhasil merusak sistem shield tersebut. Hingga pada tahun 2113,
Amerika Serikat mulai melancarkan serangan balik, namun pihak Rusia dan China tidak menyetujui hal ini. Mereka menganggap hal itu akan memperparah kondisi bumi yang sedang labil.
Akhirnya 3 negara itu memutuskan untuk berkomunikasi dengan makhluk Joonkie, dengan melampirkan syarat-syarat dan ketentuan yang masih dirahasiakan hingga kini.
Bagaimana kesepakatan itu terjadi pun masih merupakan rahasia.
Apakah ini sebuah bentuk konspirasi pun, tak ada yang mengerti.
Yang sekarang harus dimengerti adalah bagaimana aplikasi ini bekerja.
***
Arca terus merabai seluruh aplikasi, mengecek seluruh spesifikasi dan terus menjelajahi detail dari aplikasi ini.
Begitu rumit.
“Ah! Persetanlah dengan aplikasi ini!”
pikirannya memang sedang ruwet. Ia tutup aplikasi itu, mengklik tombol turn off, melepas kacamata transparannya, kemudian menghempaskan tubuhnya ke sofa empuk berwarna hijau muda.
***
Prof. Johansson Markus Arca, M.Sc. , adalah nama lengkapnya.
Dalam usia muda ia sudah mampu meraih gelar Professor dan Magisternya.
Ia meraih skripsi terbaik di 2 Universitas.
Ia pun masuk dalam peringkat 2 Pemuda paling Berpengaruh versi Majalah World Now.
Wajahnya kharismatik, tenang dan pembawaanya sangat dewasa.
Berkulit putih, tinggi, dan berbadan atletis.
Ia adalah keturunan Amerika-Indonesia.
Ayahnya berasal dari California, sedangkan ibunya berasal dari Yogyakarta.
Keluarganya adalah Yahudi.
Ia sendiri adalah seorang Atheis.
Dan ia begitu tergila-gila pada sains.
Menurutnya lebih baik membuktikan fakta-fakta ilmiah sains, daripada mencari bukti tentang Tuhan siapa yang benar.
Lebih logis dan rasional, dibanding Tuhan yang tak bisa dilihat dan seolah seperti imajinasi saja.
***
Pikiran Arca kembali merangkak ke masa lalunya.
Hari ini tepat setahun Arimbi menghilang.
Arimbi menghilang tanpa jejak.
Bersambung ke Bagian 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kesempatan tidak akan datang dua kali. Bicarakan apa yang ingin dibicarakan.